Beginilah Jomblo, Deritanya Tiada Pernah Berakhir

Tradisi Kejam yang Menyiksa Binatang

Penyiksaan tetaplah penyiksaan, karena hal tersebut merupakan suatu perbuatan yang sangat kejam. Namun pada kenyataannya, penyiksaan terhadap binatang dilakukan dimana-mana dengan alasan sebuah tradisi atau kebudayaan. Bukan cuma itu, hanya karena ingin menyajikan sebuah hidangan dari daging binatang tertentu, binatang tersebut harus melalui proses penyiksaan yang membuat tubuh mereka cedera atau bahkan menyebabkan kematian.

Tradisi Paling Kejam Yang Dilakukan Pada Binatang

1. Memutar anjing seperti gasing

Tradisi Kejam yang Menyika Binatang

Brodilovo adalah sebuah desa terpencil di bagian tenggara Bulgaria. Di sini, penduduk desa sangat takut pada penyakit rabies yang biasa ditularkan oleh anjing. Oleh karenanya, mereka memiliki tradisi yang telah dilakukan selama berabad-abad untuk menangkal penyakit tersebut.

Mereka melakukan ritual yang cukup aneh dengan cara memutar anjing seperti permainan gasing, tubuh anjing itu digantungkan di atas sungai. Ritual ini biasanya dilakukan setahun sekali dan diyakini dapat membantu menjauhkan penyakit rabies dari anjing-anjing itu. Karena terus diputar, anjing-anjing itu akan jatuh ke bawah sungai. Penduduk desa menyiapkan sebuah jaring untuk menangkap tubuh anjing tersebut ketika jatuh kesungai dan kemudian membantu mereka untuk keluar dari air.

Tradisi itu akhirnya dilarang oleh hukum pada tahun 2006, setelah mendapat tekanan dari media internasional pada tahun 2005. Namun, itu tampaknya tidak berpengaruh pada penduduk setempat. Mereka tetap melanjutkan praktik kejam tersebut sama seperti sebelumnya.

2. Menggemukkan babi dengan cara sadis

Tradisi Kejam yang Menyika Binatang

Pigs of God adalah sebuah festival paling kontroversial yang berasal dari Taiwan. Dalam kontes ini, babi-babi yang telah dipaksa makan selama bertahun-tahun kemudian disembelih di depan umum dan diarak melalui jalan-jalan kota. Asal-usul tradisi ini tidak begitu jelas, namun beberapa orang mengatakan bahwa ini merupakan bagian dari keyakinan agama orang Hakka, sebuah kelompok etnis dengan populasi lebih dari empat juta jiwa di Taiwan.

Pemilik babi membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk menggemukkan hewan itu. Selama proses penggemukan, babi-babi itu bahkan sampai tidak mampu berdiri. Prosedur ini kerap menyebabkan kegagalan organ dan luka tekanan yang disebabkan berbaring untuk jangka waktu yang lama. Beberapa pemilik bahkan mengebiri babi-babi mereka tanpa anestesi, dengan keyakinan ini akan membantu mereka mendapatkan babi yang lebih gemuk.

Sebelum kontes dimulai, babi-babi kabarnya dipaksa makan pasir dan logam berat untuk membuat tubuh mereka jadi seberat mungkin. Saat perayaan dimulai, babi-babi itu kemudian diseret dengan brutal di depan kerumunan penonton untuk disembelih. Setelah itu, babi-babi gemuk itu dicat dan dihias untuk diarak keliling kota. Berat babi rata-rata melebihi 700 kg dan ada pula yang beratnya mencapai sekitar 900 kg.

3. Foie Gras

Tradisi Kejam yang Menyika Binatang

Foie gras dalam bahasa Prancis berarti lemak hati. Hidangan ini terbuat dari lemak bebek atau angsa yang telah mengalami proses penggemukan, bebek dan angsa itu dipaksa untuk menjadi gemuk dengan cara yang kejam. Pakan bebek atau angsa akan disalurkan langsung ke dalam kerongkongan unggas dengan menggunakan corong. Teknik ini diklaim dapat mempercepat waktu makan yang biasanya sekitar 45 sampai 60 detik, menjadi 2 sampai 3 detik.

Selama proses itu berlangsung, peternak akan berusaha menghindari kerusakan pada kerongkongan unggas karena itu bisa menyebabkan cedera atau bahkan kematian. Meski begitu, para peneliti menemukan bukti adanya peradangan pada dinding proventriculus setelah proses itu. Indikasi peradangan esofagus juga ditemukan pada tahap lanjut dalam proses penggemukan unggas tersebut.

4. Burung ortolan

Tradisi Kejam yang Menyika Binatang

Burung ortolan termasuk spesies langka yang saat ini jumlahnya terus menurun di Prancis. Dulu, burung ini dihidangkan sebagai sajian mewah di restoran-restoran kelas atas. Untuk menyajikan hidangan dari burung ortolan, para koki akan mengurung burung ini di dalam kandang tanpa penerangan sedikit pun. Hal itu akan membuat ortolan tidak mengetahui waktu, sehingga pola makan mereka akan ikut kacau.

Akibatnya, burung itu akan terus makan sampai mengalami obesitas. Kemudian burung ortolan yang sudah bertubuh gemuk ditenggelamkan hidup-hidup ke dalam minuman keras hingga mati. Baru setelah itu, burung ortolan dipanggang dan dihidangkan.

5. Festival Ukweshwama

Tradisi Kejam yang Menyika Binatang

Festival Ukweshwama adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh suku Zulu di Afrika Selatan. Perayaan ini merupakan wujud rasa syukur orang Zulu kepada Tuhan atas panen pertama dalam setiap musim. Untuk merayakannya, seekor banteng akan dilepaskan di tengah kerumunan orang dan perlahan-lahan disiksa selama hampir satu jam.

Penyiksaan itu dilanjutkan dengan memasukkan tanah ke dalam mulut banteng hingga dia hampir tidak bisa bernapas. Banteng lemas itu kemudian dirobek lidahnya, matanya lantas dicongkel dan kelaminnya dipotong-potong.

Praktik kejam ini telah diprotes selama bertahun-tahun, tetapi pemerintah Afrika Selatan menolak permintaan itu karena ritual tersebut adalah jantung budaya Zulu.



Sumber Tradisi Kejam yang Menyiksa Binatang, merdeka.com
Tradisi Kejam yang Menyiksa Binatang Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hendra M Top